Posted by : Ako Solekhudin Sunday, 16 December 2012


 
BUDAYA POLITIK DI INDONESIA, Menurut para ahli :

Herbert Feith

Indonesia memiliki 2 budaya politik yang dominan :
            1. Aristokrasi Jawa: budaya politik yang mengedepankan satu budaya dari etnis tertentu yang ada di indonesia.
            2. Wiraswasta Islam :
budaya politik islam adalah budaya politik yang lebih mendasarkan idenya pada satu keyakinan dan nilai agama tertentu dalam hal ini tentu saja agama islam.

Clifford Geertz

Indonesia memiliki 3 subbudaya yaitu :
1. Santri : pemeluk agama islam yang taat yang terdiri dari pedagang di kota dan petani yang berkecukupan.
2. Abangan : yang terdiri dari petani kecil.
3. Priyayi : golongan yang masih memiliki pandangan hindu budha, yang kebanyakan dari golongan terpelajar, golongan atas penduduk kota terutama golongan pegawai.

Afan Gaffar

Budaya politik indonesia memiliki 3 ciri dominan :
1. Hirarki yang tegar/ketat : adanya pemilahan tegas antar penguasa (wong Gedhe) dengan Rakyat kebanyakan ( wong cilik).
2. Kecendrungan Patronage ( hubungan antara orang berkuasa dan rakyat biasa) seperti majikan   majikan dengan buruh.
3. Kecendrungan Neo Patrimonialistik, yaitu perilaku negara masih memperlihatkan tradisi dan budaya politik yang berkarakter patrimonial.

Nazarudin Samsudin, menyatakan dalam sebuah budaya ciri utama yang menjadi identitas adalah sesuatu nilai atau orientasi yang menonjol dan diakui oleh masyarakat atau bangsa secara keseluruhan.
Jadi simbol yang selama initelah diakui dan dikenal masyarakat adalah Bhineka Tunggal Ika, maka budaya politik kita di Indonesia adakah Bhineka Tunggal Ika.

ALMOND DAN VERBA
Budaya politik parokial : Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan parokial bila frekuensi orentasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol atau tudak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut. Tipe budaya politik ini umumnya terdapat pada masyarakat suku Afrika atau masyarakat pedalaman di indonesia.

Budaya politik Subjek : Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan politik subjek jika terdapat frekuensi orentasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek output atau pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Budaya politik partisipan : Tipe politik yang ketiga ini adalah suatu bentuk budaya politik di mana anggota masyarakat sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik.

SUMBER

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Ako Solekhudin. Powered by Blogger.

Daftar Isi

Blog Archive

- Copyright © 2013 FOXIST -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -